Tipe Mahasiswa Secara Garis Besar

Setelah pada artikel sebelumnya Ane pernah membahas tentang tipe-tipe mahasiswa secara spesifik, yang jumlahnya mencapai 15 golongan. Kali ini Ane coba jelaskan tipe mahasiswa secara garis besar, supaya teman2 MTA tidak terlalu pusing dalam menilai diri teman2 dan mudah mengkategorikan jenis makhluk bernama mahasiswa ini termasuk golongan atau termasuk madzhab seperti apa serta bisa dijadikan sebagai acuan untuk menjadi mahasiswa yang diidamkan oleh negara, bangsa dan agama. Wah jauh banget haha…

Menjadi mahasiswa merupakan masa yang mungkin tidak akan terlupakan dan menjadi salah satu the best experience dalam hidup. Bagi mahasiswa tertentu, menjadi mahasiswa adalah sesuatu hal yang paling diimpikan, sehingga tidak jarang mereka betah di kampus sampai menghabiskan jatah maksimal 14 semester. Untuk mahasiswa tipe ini, kampus menjadi zona nyaman untuk menghabiskan sisa usia serta zona aman agar tidak dikatakan sebagai pengangguran. Kadang masa-masa kuliah dimanfaatkan untuk bersenang-senang dengan bergaya hidup glamour, membeli segala yang diinginkan dan mencoba apapun yang ingin mereka lakukan. Dengan tanpa sadar mereka telah menghamburkan dan menyia-nyiakan waktu, biaya dan kesempatan yang mereka miliki.

Pada dasarnya, tak ada yang salah dengan mahasiswa. Kehidupan mahasiswa tak jauh berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Mereka makan, minum, tidur, berkembang, bersosialisasi, hingga ada yang berkembang biak, dan itu sudah bukan barang baru bagi lingkungan Indonesia saat ini. Pertanyaannya, apakah hanya itu fungsi dan peranan mahasiswa? Tentu tidak. Terlampau besar harapan dan ekspektasi orang tua, tetangga, masyarakat, bangsa dan negara bahkan agama yang merindukan sebuah perubahan positif dan masif dari orang-orang yang bertitel mahasiswa.

Namun, nampaknya perubahan itu hanyalah mimpi di siang bolong, jikalau kehidupan mahasiswa masih tetap stagnant dan bahkan tak ada keinginan untuk melakukan hal yang out of the box, yang benar2 mampu memberi implikasi besar untuk perubahan pribadi, sosial dan lingkungan sekitarnya.

Secara garis besar, mahasiswa bisa dibedakan ke dalam tiga jenis. Yakni mahasiswa idealis, mahasiswa apatis, dan mahasiswa oportunis. Mahasiswa idealis adalah mereka yang menganut sistem nasionalis dan menuntut perubahan, bahkan dewasa ini kita sering melihat kejadian seperti aksi demonstrasi mahasiswa yang menuntut hak mereka adapula yang bertujuan menolak sebuah kebijakan dari institusi ataupun pemerintah. Hal ini sebetulnya baik selama dilakukan dengan memperhatikan norma2 yang ada dan tetap berkoridor pada payung hukum setempat. Akan tetapi, saat ini para mahasiswa seperti itu ada dalam kungkungan politik dan imperialisme golongan. Sehingga terjadinya anomali sistem dan mereka justru menjadi mahasiswa yang idealis namun tidak realistis dan hanya akan memperpanjang permasalahan tanpa ada solusi yang dihasilkan.

Selanjutnya ialah mahasiswa apatis yang tak peduli mau ada demo atau aksi, tak peduli dekan dan pejabat kampus korupsi, tak peduli kebijakan pemerintah tak serasi, yang terpenting adalah absen mereka penuh terisi, maka aman dan usailah sudah. Tipe mahasiswa ini sangat mengkhawatirkan, karena mereka hanya akan terombang ambing keadaan di masa depannya. Dengan pengalaman yang nihil dalam urusan organisasi dan tak peka dalam memandang masalah serta tak ada langkah solutif dalam memecahkan masalah. Mereka pun memiliki slogan no background, no perception and no action, tapi gak no dong ya haha. Pergerakan mereka pun tak ubah layaknya seperti warga biasa yang tak mampu memberikan harapan dan perubahan.

Yang terakhir adalah tipe mahasiswa oportunis. Pergerakan mereka sama layaknya kaum-kaum Sophies pada masa Socrates, yang merasa dirinya sebagai golongan paling cerdas, anti perubahan atau biasa yang disebut sebagai pragmatis-apatisasi gerakan. Mahasiswa dalam porsi ini, hanya bisa mempertanyakan, tanpa ada solusi ataupun jalan keluar perubahan. Hanya bisa mengkritik, tanpa ada paradigma teori yang jelas. Alur yang dibangun nampaknya membentuk gerakan revival, yaitu gerakan penyucian diri, dengan etnosentris dan primordialis yang menjadi dasar gerakan. Mereka selalu bersifat antipati dan berkeinginan memotong alur gerakan, bersifat opportunistik.

Nah, dari tiga jenis mahasiswa di atas tak ada satupun yang memberikan implikasi baik. Lalu, jenis atau tipe seperti apa yang seharusnya di miliki seorang mahasiswa? Tipe idealis tentunya sangat diharapkan mampu berbicara banyak, hanya tetap harus realistis dan dinamis.

Bagaimana dengan teman2, termasuk golongan manakah Anda?

4 thoughts on “Tipe Mahasiswa Secara Garis Besar

  1. wahh artikel MTA ini sungguh selalu menarik untuk di baca,, Good job kang.. kalo saya kayaknya termasuk tipe mahasiswa yang cinta damai, alias maunya aman and tentram selalu saja,, hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s