Jobless Phobia after Graduation Syndrome

Pada saat menjadi mahasiswa mungkin kita tidak memikirkan atau belum terpikirkan bagaimana rasanya mencari biaya untuk kehidupan sehari-hari, karena sejatinya kita masih memiliki supplier yakni orang tua. Namun, hal itu tidak akan selamanya agan dapatkan. Seiring dengan selesainya masa kuliah, maka dana APBD orang tua pun akan dihentikan. Dari sinilah biasanya para mahasiswa mulai berfikir bagaimana caranya mendapatkan penghasilan sendiri.

Bagi para mahasiswa yang telah melaksanakan sidang atau wisuda, yang sudah dinyatakan lulus atau hampir lulus, maka mereka akan segera mendapatkan beban yang sangat2 berat di pundaknya dan mereka akan dihadapkan pada dua pertanyaan. “mencari kerja atau lanjut ke S2?” Untuk pertanyaan kedua mungkin hanya akan didapatkan oleh para mahasiswa yang memiliki orang tua tajir atau mahasiswanya yang memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan studinya. Bagi mereka yang dalam kondisi ekonomi pas2an dan belum ada kemauan yang kuat dalam diri untuk melanjutkan studi dikarenakan beberapa hal. Maka, solusi terdepan adalah mereka harus mendapatkan aktivitas baru yaitu bekerja sebelum mereka terjun ke masyarakat dan di “cap” sebagai pengangguran baru di masyarakat.

Kehidupan manusia memang tidak terlepas dari kebutuhan, mulai dari kebutuhan moral, emosional, spiritual, serta yang paling dianggap sakral adalah kebutuhan akan financial. Lalu bagaimana manusia tersebut bisa memenuhi segala kebutuhannya? Maka merekapun dituntut untuk berusaha bertahan dan memenuhi kebutuhannya. Dan salah satu langkah solutif untuk problem tersebut yakni dengan bekerja. Lalu apa jadinya kalau seseorang tanpa pekerjaan? (silahkan teman2 MTA jawab sendiri) Inilah yang mungkin akan dirasakan atau mungkin sudah mulai terasa oleh para MTA yang telah lulus atau hampir lulus dari studinya, yakni jobless phobia after graduation syndrome.

Artikel ini Ane dedikasikan kepada para MTA yang sedang menyusun skripsi, sedang mempersiapkan ujian sidang, mempersiapkan wisuda, atau yang mempersiapkan diri untuk terjun di dunia kerja. Bahwa Ane sarankan untuk jangan terburu2 untuk lulus kuliah, karena beban setelah kuliah ternyata lebih berat ketimbang masih menjadi mahasiswa. Dari itu, Ane nyatakan “jangan mau lulus sebelum dapat kerja”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s