Eid Al-Fitr Mubarak

Eid Al-Fitr atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan Idul Fitri atau hari raya Lebaran, Idul Fitri berasal dari bahasa Arab (‘Īdul-Fiṭr) yang memiliki arti kembali ke fitrah (suci). Idul Fitri merupakan hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Mendengar kata Idul Fitri tentu dalam benak setiap orang (umat muslim) yang ada adalah kebahagiaan dan kemenangan. Dimana pada hari itu, semua manusia merasa gembira dan senang karena telah melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Bagi para mahasiswa, idul fitri juga memberikan arti tersendiri. Yang mana pada saat Idul Fitri terjadi banyak fenomena, yang tentunya tidak hanya bagi para orang tua, anak2, pekerja, pengangguran, pejabat, konglomerat, perantau ataupun pribumi, hal tersebut juga melibatkan para mahasiswa. Seperti yang kita ketahui dalam Idul Fitri banyak terjadi fenomena yang kemudian menjadi tradisi dan semacam ritual dalam setiap tahunnya. Lebaran biasa ditandai dengan adanya fenomena ”mudik (pulang kampung)” yang notabene hanya ada di Indonesia. Selain itu, hari raya Idul Fitri juga kerap ditandai dengan hampir 90% mereka memakai sesuatu yang baru, mulai dari pakaian baru, sepatu baru, sepeda baru, mobil baru, pacar baru atau bahkan istri baru (bagi yang baru menikah).

Fenomena terbaru juga hadir belakang ini, yakni fenomena petasan. Petasan dan Kembang api (fire works) saat ini tidak hanya laris ketika menjelang tahun baru Masehi aja, akan tetapi Lebaran Idul Fitri pun menjadi semarak dengan adanya petasan. Sempat membuat bingung karena orang-orang lebih mementingkan selebrasi daripada arti dari Idul Fitri sendiri. Sehingga malam Takbiran yang seharusnya masyarakat stay di mesjid mengumandangkan gema takbir, sekarang tidak lagi. Karena orang2 justru mencari lapangan atau nongkrong di jalan sambil menyalakan petasan dan kembang api bahkan tidak jarang para remaja cowok justru mengadakan small party (pesta miras & narkoba) dengan teman2-nya.

Ironis memang melihat beberapa fenomena saat ini di hari Lebaran, mungkin jaman udah berbeda dan juga tidak heran mengapa orang2 justru salah mengartikan makna Lebaran. Faktor uang dan kemewahan duniawi telah membuat mereka lupa, maklum saja karena perputaran uang terbesar ada pada saat Lebaran.

Sementara itu kembali kepada makna Idul Fitri yang sebenarnya adalah kembali ke fitrah, ya suatu hari raya yang dirayakan setelah umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh. Dinamakan Idul Fitri karena manusia pada hari itu laksana seorang bayi yang baru keluar dari dalam kandungan yang tidak mempunyai dosa dan salah.

Idul Fitri juga diartikan dengan kembali ke fitrah (awal kejadian). Dalam arti mulai hari itu dan seterusnya, diharapkan kita semua kembali pada fitrah. Di mana pada awal kejadian, semua manusia dalam keadaan mengakui bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan. Dalam istilah sekarang ini dikenal dengan ”Perjanjian Primordial” sebuah perjanjian antara manusia dengan Allah yang berisi pengakuan ke Tuhan-an.

Pertanyaannya, apakah kita kembali fitri bila saat Lebaran justru melakukan hal-hal yang tidak fitri?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s