Peluang Berwirausaha Bagi MTA

Bisnis MTA 2

Sebagai mahasiswa memang tidak ada kata untuk berdiam diri, walaupun sedang berada dalam keadaan libur serta dalam kondisi berpuasa. Bukan berarti para mahasiswa hanya menjadi para penambah pengangguran di masyarakat dengan kembali ke rumah orang tua, menjadi anak manja yang berleha-leha serta beralih profesi jadi pelengkap penderita orang tua yang tak berdaya. Seyogyanya mahasiswa memiliki berjuta rencana, dengan berjubel ide di kepala, serta dibarengi usaha dan do`a yang tak terhingga kepada Yang Maha Kuasa.

Begitupun ketika perencanaan yang telah disiasati sedari lama dan butuh aplikasi yang lebih baik ketika menghadapi bulan puasa. Nah, bagi para mahasiswa ini Ane coba berbagi beberapa tips saat tetap tinggal di tempat kostan karena mempunyai kegiatan selama bulan Ramadhan dan mencoba berbagai beberapa usaha yang sangat mungkin dilakukan oleh mahasiswa dengan modal awal yang minimal, irit dalam ngeluarin duit, namun ikhtiar tetap gencar dan bisnis terancam laris.

Berikut Ane coba share ke teman2 mahasiswa dalam mencoba memulai bisnis khususnya pada saat menjelang dan ketika bulan puasa tiba.

Bisnis Kuliner

Bisnis ini cukup popouler karena setiap manusia pasti memerlukan makan dan mereka pun pasti menginginkan variasi makanan yang tidak itu2 aja. Ketika bulan puasa tiba, kuliner yang pastinya sangat menarik minat adalah makanan yang berbau manis dan segar. Karena hal itu disebabkan pada falsafahnya yaitu “disunatkan berbuka puasa dengan yang manis” maksud kata “yang manis” di sini adalah makanan atau minuman yang memiliki rasa manis. Sebagai contoh ta`jil berupa: kolak, es kelapa, sop buah, bubur kacang, es blewah, es pisang ijo, dan lain sebagainya.

Nah, bagi teman2 yang mau mencoba peruntungan dengan berbisnis kuliner seperti disebutkan di atas. Maka yang harus dipersiapkan lebih awal adalah mental, karena keberanian dalam berspekulasi dan juga keberanian menahan malu dalam menjajakan item makanan di atas sangat menentukan munculnya pangsa pasar besar dan loyal customer yang akan selalu datang kembali membeli makanan/minuman yang ditawarkan.

Bisnis MTA

Bisnis Pakaian

Pakaian dan fashion merupakan hal yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan umat manusia, ini merupakan kebutuhan primer yang mesti terpenuhi seumur hidup manusia sebagai makhluk sosial dan beretika. Berdasarkan kebutuhan tadi, maka tidak heran permintaan pasar mengenai pakaian tidak pernah sepi. Bahkan, berbagai industri yang bergelut di bidang konveksi pun semakin menjamur dan semakin banyak memproduksi pakaian dalam berbagai jenis dan bahan. Begitupun dalam hal teknik pemasaran, berbagai cara akan dilakukan untuk menarik simpati pembeli dan meraup keuntungan yang melimpah. Tidak ketinggalan bagi mereka para mahasiswa yang aktif dalam bisnis ini, mereka memanfaatkan kondisi teman2 mahasiswa yang masih memiliki sifat borju dan sangat concern terhadap performance dalam kesehariannya sebagai pangsa pasar bisnis ini.

Bisnis Transfer Ilmu

Tipe bisnis yang terakhir memang hanya segelintir dari sekian banyaknya mahasiswa yang berani mengambil bisnis seperti ini, jenis dari bisnis transfer ilmu sangat variatif. Dimulai dari membuat kursusan bahasa (Inggris, Jepang, Francis, Mandarin, dll), kemudian mengadakan Pesantren Kilat (Sanlat), bagi para mahasiswa yang punya kelebihan dalam bidang IT mereka membuka bengkel IT semisal: install ulang laptop, netbook, PC Komputer, bahkan reparasi telepon seluler.

Nah, itulah beberapa jenis bisnis yang sering digeluti oleh beberapa mahasiswa aktif versi MTA. Bisnis ini tidak hanya mereka lakukan pada saat liburan ataupun sedang menjalani ibadah puasa, akan tetapi mereka pun mencoba konsisten dengan bisnisnya pada saat perkuliahan sudah mulai aktif kembali. Bagi yang pensaran dengan beberapa bisnis di atas, Ane sarankan jangan hanya angan2 belaka ataupun hanya omongan semata, akhirnya bisa mendapat julukan seperti yang diungkapkan oleh Dr. Budi Setiadi dalam Organisasi Terlarang, yaitu: NATO (No Action Talk Only), yang selanjutnya akan memunculkan NARO (No Action Reason Only), dan berdampak menjadi NADO (No Action Dream Only), kemudian yang bisa dilakukan hanya NACO (No Action Correcttion Only) dan pada akhirnya NAGO (No Action Gossip Only).

So, yang lebih tepat dan paling akurat serta cermat adalah dengan melakukannya langsung, karena tidak ada bisnis yang tercipta dengan hanya berimajinasi ataupun intuisi. Bisnis memerlukan aplikasi, just do it!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s