Kuliah , Aisyah, Maisyah, Ibadah (KAMI)

KAMI
Bulan Ramadhan merupakan syahrut tarbiyah atau bulan pendidikan, di mana pada bulan ini umat muslim tidak hanya mempunyai kewajiban untuk melaksanakan amalan-amalan tertentu saja, tetapi lebih daripada itu terkandung makna bahwa bulan Ramadhan adalah bulan penggemblengan umat muslim agar menjadi manusia yang lebih baik secara aspek attitude (perilaku), baik dalam keseharian maupun dalam dunia belajar dan bekerja, kemudian bulan Ramadhan juga diharapkan para umat muslim mampu meningkatkan kualitas ibadah dan sedekah. Hal di atas juga berlaku untuk para mahasiswa muslim di seantero jagad ini.

Bagi sebagian kampus adakalanya perkuliahan diliburkan ketika bulan Ramadhan ada pula yang tetap menjalankan aktivitas biasa, bulan puasa memang bukanlah sebagai penghalang untuk kita melakukan aktivitas. Justru seharusnya pada bulan puasa inilah kita harus memanfaatkan untuk berjuang memperbaiki diri dengan terus belajar, berusaha, bekerja, dan berdo`a.

Selain mengikuti perkuliahan, para mahasiswa kreatif juga sering membuat terobosan dengan membuat kegiatan di kampus maupun di lingkungan sekitar. Kegiatan mereka cukup bervariatif, dari mulai mengadakan atau mengikuti pesantren kilat (sanlat) bagi anak2 sekolah, ada pula yang berjualan, mengikuti pengajian dengan warga sekitar, membuat kegiatan kemahasiswaan dengan berbuka puasa dan sahur on the road bersama seluruh organisasi dan para jajaran akademik di kampus.

Khusus untuk MTA (Mahasiswa Tingkat Akhir), disamping disibukan dengan skripsi dan kegiatan akademik lainnya untuk persyaratan sidang dan wisuda. Mereka mulai membuat rencana, memasang target, dan juga melakukan action dalam rangka persiapan diri menghadapi kelulusan yang sudah di depan mata. Mereka mulai intens membicarakan pekerjaan apa yang akan mereka geluti setelah lulus dalam studi (kuliah), serta tidak tertinggal bagi para mahasiswa cowok, mereka sudah memasang target menjadi pekerja atau membuka usaha (maisyah) dan juga mencari pasangan hidup (Aisyah) demi melanjutkan kehidupan yang baru yakni menikah (ibadah) setelah tidak lagi menjadi mahasiswa nanti. Sehingga bisa dideskripsikan sebagai berikut; kuliah sambil mencari Aisyah, setelah mendapatkan Aisyah dan lulus kuliah mulailah berfikir untuk mencari Maisyah dalam rangka menyempurnakan ibadah.

Kata Aisyah dan Maisyah pertama kali Ane kenal dari temen Ane yang cukup kaffah dalam keislamannya, lalu Ane mencoba menelusuri apa dan bagaimana dua kata tersebut dapat terdefinisikan dan bisa Ane aplikasikan dalam kehidupan serta Ane mampu share juga ke temen2 mahasiswa khususnya MTA cowok/ikhwan.

Aisyah adalah simbol istri sholehah idaman suami & dambaan mertua. Maisyah artinya penghasilan atau kemampuan finansial. Aisyah & Maisyah adalah dua hal yang menjadi impian seorang mahasiswa laki-laki, mempersunting istri sholehah tanpa khawatir dengan kondisi keuangan atau sering dikenal matery after merit phobia syndrome.

Sukses ketika kuliah, berhasil pula dalam bekerja/membuka usaha, kemudian melanjutkan kehidupan dengan orang yang menjadi dambaan demi untuk menyempurnakan kehidupan dan juga dalam rangka beribadah. Seorang MTA biasanya memandang dan menempatkan pernikahan di urutan ketiga setelah bekerja/membuka usaha, membalas jasa pada orang tua. Dalam hal ini kita akan melihat pernikahan dari sudut pandang keuangan. Karena kita tidak bisa pungkiri kebiasaan dan harapan masyarakat akan sebuah upacara resepsi pernikahan. Kita tidak bisa tutup telinga dari pesan-pesan orang tua agar bisa menyelenggarakan resepsi pernikahan yang mereka idamkan. Tapi kita juga harus mau realistis dengan kondisi keuangan kita sendiri.

Itulah kenapa tidak sedikit pemuda yang sebetulnya siap untuk segera menikah, namun terjegal dengan masalah keuangan. Alasan klasiknya adalah “Aisyah sudah ada, tapi maisyah belum punya”. Sebuah keprihatinan yang harus kita lihat adalah betapa banyaknya pemuda dan orang tua mereka yang lebih memprioritaskan resepsi pernikahan daripada menyegerakan pernikahan itu sendiri.

Tapi kembali lagi, segala sesuatu itu sudah direncanakan. Walaupun manusia masing2 memiliki rencana, tetapi rencana Tuhanlah yang paling Indah. Jadi jangan takut untuk menikah, bagi mereka yang sudah lulus kuliah, sudah memiliki aisyah dan siap melaksanakan maisyah (memberi nafkah), daripada nantinya salah kaprah, menikahlah karena menikah adalah ibadah. Ketika kita melakukannya dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya, pasti semuanya akan menjadi berkah. Amin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s