Students’ Flummoxing to Face Sat. Night (Malming)

Menjalani kehidupan sebagai mahasiswa tentulah banyak sekali aktifitas dan kesibukan yang harus dijalani setiap harinya, hal ini sudah pasti sangat melelahkan dan menjenuhkan. Weekend merupakan waktu yang sangat ditunggu oleh para mahasiswa, karena weekend berarti libur dan mahasiswa bisa menikmati hidup tanpa terganggu oleh kesibukan jadwal akademik serta tugas2 kuliah lainnya.

Pada saat weekend, khususnya di malam minggu atau Sabtu malam yang sering disebut ‘malming’ oleh mahasiswa. Di malam panjang ini para mahasiswa akan bebas melakukan apapun yang mereka suka, tanpa adanya kekhawatiran akan bangun kesiangan di pagi hari atau terganggu tugas yang belum kelar dan harus submitted esok hari. Bagi para mahasiswa yang memiliki tambatan hati, waktu ini dimanfaatkan untuk menghabiskan waktu bersama lebih lama dengan pasangannya, bagi yang jomblo biasa digunakan untuk berkumpul dengan teman2 sesama jomblo, bagi para gamers malming biasa digunakan untuk mesra2an dengan games kesayangan atau melanjutkan petualangan minggu lalu di games, bagi pecinta anime malming mereka adalah menonton lanjutan episode demi episode anime the movie sambil berimajinasi, bagi anak pingitan biasa digunakan untuk mudik dan tidur bareng emak bapak di rumah.

Kegembiraan menyambut datangnya malam sakral (bagi sebagian mahasiswa yang memiliki pasangan) merupakan sesuatu yang tak boleh ditinggalkan dalam setiap minggunya. Mereka bisa berkencan, nongkrong di café, jalan2 ke Mall, nonton di Bioskop atau sekedar makan martabak dengan pasangan merupakan ritual yang dirindukan dalam setiap malam minggu bergulir. Bagi mahasiswa tadi, malam minggu merupakan malam yang menyenangkan. Namun bagi sebagian mahasiswa, malam Minggu menjadi salah satu moment yang sangat menyeramkan bahkan lebih extreme dibandingkan dengan malam Senin. Hal ini berlaku bagi sebagian makhluk yang termasuk Jomblo Mainstream Community (JMC) ataupun kebalikan dari JMC yakni Couple Mainstream Community (CMC).

Selain JMC dan CMC, ada juga mahasiswa yang justru mengalami kebingungan pada saat menghadapi malam Minggu. Banyak alasan yang menyebabkan kebingungan tersebut, diantaranya akan coba Ane share di postingan kali ini. Fakta ini Ane dapatkan berdasarkan analisa dan riset dari beberapa mahasiswa di beberapa perguruan tinggi.

Kebingungan ini bukan hanya dialami oleh para mahasiswa jomblo saja, tapi juga dialami oleh para mahasiswa yang memiliki pasangan. Inilah beberapa penyebab kebingungan itu:

Students` Flummoxing

1. Jomblo dan bukan termasuk anggota JMC

Kebingungan yang ia alami merupakan sebuah derita yang harus dialami setiap menjelang dan saat malming tiba. Hal ini disebabkan karena ia belum dapet pasangan sejak lahir ke dunia dan tak memiliki teman untuk berbagi penderitaannya atau menikmati kesepiannya.

2. Mahasiswa Aktivis

Memiliki pasangan memang impian setiap mahasiswa, hal itu berlaku juga bagi para mahasiswa aktivis. Hanya saja dilemma sering dialami oleh para mahasiswa tipe ini, ketika malam minggu tiba dan pasangan mereka menunggu untuk menikmati waktu bersama. Di sisi lain dia juga dihadapkan dengan kegiatan dalam organisasi/komunitas yang ia ikuti sedangkan pasangannya tidak termasuk ke dalam komunitas tersebut. Hal ini dapat menyebabkan galau tingkat dewa bagi mereka yang menjalaninya.

3. Punya pasangan, tapi tak punya mental

Tipe mahasiswa seperti ini tidak ada bedanya dengan mahasiswa jomblo. Pasangan mereka punya, biaya pun mereka ada, waktu pun sangat terbuka. Satu hal yang mereka gak punya adalah mental, meskipun ciutnya mental mereka disebabkan beberapa hal diantaranya: (bagi cowok) bokap si cewek galaknya minta ampun, nyokap si cewek cerewetnya minta ampun, saudara2nya si cewek usilnya minta ampun, rumah si cewek jauhnya minta ampun, letak rumah si cewek seremnya minta ampun, jalan menuju rumah cewek rusaknya minta ampun, dan banyak lagi yang minta ampun.

4. Terkendala Prinsip

Bagi sebagian mahasiswa, prinsip sangatlah penting dan merekapun sangat berpegang teguh pada prinsipnya sehingga hal itu mempengaruhi life style dia. Termasuk dalam keinginanya untuk memiliki pasangan, hanya saja bagi mereka memiliki hubungan intim merupakan hal yang tidak diperbolehkan sebelum ada ikatan yang syah (menikah). Maka mereka pun kadang mengalami kebingungan antara memiliki pasangan dan berpegang teguh pada prinsipnya.

5. Punya Pasangan, tapi gak punya modal

Kondisi seperti ini merupakan hal yang mesti dipikirkan terlebih dahulu sebelum teman2 memutuskan untuk mencari pasangan atau menjalin sebuah hubungan. Karena kalau tidak mensiasatinya dengan baik, bukan tidak mungkin kesenangan yang teman2 impikan dan dambakan malah menjadi kebingungan yang teman2 dapatkan. Dengan rutinitas apel yang mainstream atau biasa disingkat D5RD (datang, duduk, diem, dongo di rumah do`i) dan entertain seadanya (maen congklak, maen catur, nonton TV, ngisi TTS di rumah cewek) serta menggunakan kendaraan seadanya (sepatu dan sandal) ditambah biaya untuk makan dan minum tidak lebih dari uang jajan anak SD satu minggu. Maka kemesraan dengan pasangan yang anda harapkan, hanya akan ada dalam bayangan dan jauh dari kenyataan. #Tragis

6. Punya Pasangan, tapi gak dapet izin

Situasi seperti ini tidak jarang terjadi pada para mahasiswa yang sedang dilanda kasmaran, akan tetapi sulit mendapatkan SIM (Surat Ijin Malmingan) dikarenakan masih tinggal di rumah bareng bonyok dan belum diperbolehkan keluar rumah atau didatangi pasangan ke rumah (bagi mahasiswi). Tidak hanya berlaku untuk mereka yang tinggal di rumah, mereka yang tinggal di asrama atau kostan pun tidak sedikit mengalami hal yang sama. Hal ini disebabkan Ibu Asrama/kost yang super duper killer yang tak pernah mengijinkan keluar lebih dari jam 8 malam. Ujung2nya bagi para pasangan seperti ini, mereka kebingungan dan mencari jalan alternatif dengan cara nge-date jarak jauh via telepon atau mojok via sms/chating.

7. Punya Pasangan, tapi jauh

Long distance Relationship (LDR) memang memiliki banyak keuntungan dan kebuntungan, salah satu kebuntungan di sini yaitu kebingungan pada saat malmingan. Solusi yang mereka gunakan tidak jauh beda dengan pasangan yang gak dapet izin di atas. Seperti mengutip ungkapan Raditya Dika “ LDR sama dengan jalan menuju kehancuran sebuah hubungan”

8. Dalam masa pendekatan (PDKT)

Masa pdkt merupakan masa yang berbunga2, penuh harapan, ekspektasi tinggi dan sedikit berlebihan, namun juga cukup membingungkan. Membingungkan karena pada masa ini, seseorang dapat melakukan apapun demi mendapatkan pasangan yang menjadi idamannya. Akan tetapi, terkadang mereka tidak begitu yakin dengan pasangan yang mereka inginkan, mereka ragu pasangan yang ia kejar memiliki perasaan dan keinginan yang sama dengan yang mereka rasakan. Hal ini menimbulkan kesanksian untuk melakukan hal yang lebih dalam mengejar cintanya, diapun terjerat dalam kebingungan yang dalam. Finally masa pendekatan (PDKT) pun berubah menjadi PMDK (Pendekatan Melulu Dapat Kagak). #Ironis

9. Punya Pasangan lebih dari satu

Menjadi Playboy atau Playgirl mungkin menjadi prestige tersendiri bagi mahasiswa, apalagi bagi mahasiswa yang gak puas dengan hanya satu pasangan. Filosofi mereka “pacaran merupakan masa seleksi dan mencari yang terbaik” jadi tidak heran gonta ganti pasangan atau berselingkuh merupakan hal yang lumrah bagi mahasiswa/i ini. Namun bukan berarti mereka menjalaninya dengan tanpa beban, adakalanya mereka dihadapkan dengan situasi yang urgent dan dilematis. Khususon menjelang atau pada saat malam minggu, mereka pun harus menyiapkan strategi khusus untuk tetap bisa lancar menjalin hubungan dengan beberapa pasangan tanpa menimbulkan kecurigaan sedikitpun dari para pasangannya. Namun, ketika mereka stak dan kehabisan ide untuk mengelabuhi para pasangannya. Di situlah biasanya mereka akan menghadapi kebingungan yang ekstra dan kadang menyebabkan stress yang mendalam.

10. Punya pasangan beda hobi

Keadaan seperti ini mungkin akan dirasakan oleh couple (pasangan) yang memiliki perasaan yang sama akan tetapi mereka menyatu dengan latar belakang yang berbeda dan kesukaan yang berbeda pula. Pada fase awal masa pacaran, dampak dari perbedaan ini mungkin tidak akan terlalu signifikan. Namun fakta2 ini akan mulai muncul ketika usia pacaran menginjak satu tahun atau lebih. Sebagai contoh, kita ambil salah satu kasus yang bisa menjadi representative penyebab terjadinya kebingungan ini.

Contoh kasus:

Bukan rahasia lagi kalau seorang mahasiswa cowok menyukai permainan sepak bola ataupun menonton pertandingan sepak bola baik nonton pertandingan di stadion langsung maupun di layar kaca, walaupun hobi seperti ini tidak hanya dimiliki oleh kaum Adam saja tetapi tidak sedikit kaum Hawa pun menyukai jenis permainan kulit bundar ini. Akan tetapi bagi kaum Hawa, tidak semua dari mereka menyukainya. Ada beberapa yang justru mengkambing hitamkan sepak bola sebagai penghancur sebuah hubungan mereka atau menganggap para cowok kurang memiliki komitmen terhadap pasangannya. Hal ini memberikan efek kebingungan kepada Si Cowok, dia harus memutuskan mana yang lebih menjadi prioritas. Cewek atau Hobi (Bola)?

Nah, itulah beberapa kebingungan yang sering di alami oleh para mahasiswa dalam menghadapi malam sakral bagi kaula muda di setiap akhir pekan. Baik bagi mereka yang jomblo maupun yang memiliki pasangan, baik bagi mereka yang cakep maupun bagi mereka yang minta ampun, baik bagi mereka yang biasa, yang luar binasa, maupun yang luar biasa-biasa saja. Namun, hal2 tadi bukan berarti akhir dari segalanya dan tak pernah ada solusi untuk fakta2 tersebut. Ada banyak hikmah yang bisa diambil sebagai pelajaran dari setiap fakta di atas demi meningkatkan kedewasaan dan kepribadian mahasiswa yang didambakan umat manusia di masa depan.

So, tidak ada lagi kebingungan maupun patah arang. Hidup ini indah Sob, jalani dan nikmati hidup ini! Sebagai penutup Ane akan mendo`akan untuk teman2 mahasiswa semua: bagi yang jomblo semoga segera mendapat pasangan yang diinginkan; bagi yang memiliki pasangan, semoga langgeng sampai ke jenjang pernikahan; bagi yang berprinsip tetaplah teguh pada prinsip dan jangan nodai prinsipnya; bagi yang memiliki lebih dari satu pasangan, tetaplah konsisten sampai menemukan yang baik dari yang terbaik; bagi yang memiliki perbedaan dengan pasangan, semoga satu sama lain bisa saling menghargai perbedaan tersebut. Karena perbedaan bukanlah jurang penghalang dalam menjalin sebuah hubungan, akan tetapi perbedaan adalah alasan setiap orang saling membutuhkan pengertian dan kepercayaan.

#SUNJANI_MAKING.BELIEVE#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s