Mahasiswa Produktif dan Pro-aktif Ketika Musim Liburan

Ide tulisan ini muncul ketika Ane lagi nongkrong di kampus setelah menyelesaikan ujian akhir semester, lalu ada teman Ane yang bertanya, “Eh Bro, liburan sekarang lho mau ke mana?” Lalu Ane jawab dengan santai “Ya gue liburan Bro.” Teman Ane pun bilang “Ah lho gak produktif Bro” sambil nyeluyur pergi.

Dari percakapan tadi, Ane coba berfikir keras untuk menerka maksud dari ungkapan yang teman Ane ucapkan. Lalu munculah inisiatif untuk menelaah lebih jauh dan sesekali melakukan riset dengan bertanya pada teman2 Ane tentang rencana mereka di masa liburan yang akan datang. Ternyata setelah Ane telusuri, hasilnya cukup surprise. Mayoritas dari teman Ane yang pernah diinterview, mereka punya rencana hebat dalam menghadapi liburan. Inilah beberapa rencana hebat teman Ane yang cukup inspiring dari hasil interview Ane dengan mereka:

1. Membantu Bonyok Ngembangin Usaha di Kampung

Jawaban ini Ane peroleh dari seorang teman yang bonyok dia merupakan pengusaha ulung di kampungnya, sehingga dia pun terinspirasi untuk melanjutkan dan mengembangkan perusahaan yang sudah dirintis turun temurun sejak jaman nenek moyangnya.

2. Mangkal di Gang H. Gopur (sebuah pangkalan ojek yg cukup terkenal di daerah Cimahi-Bandung)

Pertama dengar jawaban ini, Ane sedikit terkejut dan tanda tanya. Sehingga Ane bertanya sampai dua kali untuk meyakinkan rasa penasaran Ane, dia pun menjelaskan alasan dia untuk melakukan hal yang menurut Ane cukup positif ini. Masih belum terpuaskan rasa penasaran, Ane pun mencoba menelusuri kebenarannya. Dan setelah Ane coba investigasi ke TKP, akhirnya Ane dapat bukti yang cukup otentik bahwa teman Ane yang satu ini memang memanfaatkan liburan dia dengan menjadi tukang ojek. (Salut nih bagi Agan yang satu ini).

3. Kerja Freelancer

Freelancer sejatinya berarti untuk wartawan atau jurnalis yang kerja lepas atau tidak terikat dengan waktu. Namun, saat ini istilah tersebut tidak hanya berlaku bagi wartawan saja. Jenis pekerjaan lain pun sudah banyak yang menggunakan istilah sebagai freelancer. Nah, untuk mahasiswa yang sedang berlibur, bekerja sebagai freelancer menjadi salah satu opsi dalam mengisi liburan mereka. Jenis pekerjaan seperti ini pun cukup variatif dari berbagai jenis perusahaan dan berbagai macam posisi dan jabatan dalam sebuah perusahaan ataupun milik perorangan. Contoh freelancer yang menjadi primadona untuk para mahasiswa adalah sebagai berikut: SPB/SPG (Sales Promotion Boy/Girl) baik event tertentu ataupun untuk kegiatan reguler, Driver, Translator, Interpreter, olah data statistik, event organizer (EO) dan banyak lagi yang lainnya.

4. Kursus

Musim liburan merupakan waktu yang free dalam kegiatan akademik, sehingga kerja otak akan sedikit berkurang pada masa liburan. Tapi nanti dulu, itu hanya berlaku bagi mereka yang menggunakan waktu liburan dengan jalan2, hang out, hura2, tiduran, dan melakukan hal2 yang tidak membutuhkan kerja otak yang extra. Bagi mahasiswa yang pro-aktif, liburan mereka manfaatkan dengan mengikuti kegiatan2 yang justru betujuan meningkatkan sisi akademis mereka dengan mengikuti kursus bahasa (Inggris, Prancis, Jepang, Mandarin, Arab), kursus matematika, kursus menjahit, menyanyi, menari, bahkan kursus menyetir dengan harapan setelah kuliah dapet kerja dan bisa kebeli mobil dengan uang gaji sendiri.

5. Nyari Pengalaman di Sebuah Instansi

Hal ini dilakukan oleh beberapa mahasiswa yang memiliki motto “the hunter experience”, dengan mottonya tersebut mereka mencoba terjun ke instansi yang satu bidang dengan jurusan yang mereka ambil. Untuk mereka yang kuliahnya di fakultas pendidikan, mereka mendekati para guru tempat almamater sekolah mereka dahulu untuk mendapatkan porsi mengajar selama liburan. Bagi mereka yang mengambil jurusan di fakultas kesehatan, mereka pun turut membantu pekerjaan di sebuah klinik atau puskesmas setempat walaupun tidak diperkenankan terlebih dahulu untuk menangani situasi yang emergency.

6. Mengajar Les Private

Bagi mereka yang hobi bersosialisasi dan berinteraksi serta hobi berbagi ilmu, kegiatan liburan mereka manfaatkan untuk mengaplikasikan ilmu mereka kepada masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Mulai dari membantu mengerjakan PR adik, ponakan atau anak2 tetangga kemudian membentuk bimbingan belajar gratis di rumahnya, sore harinya mereka manfaatkan untuk mengajar pengajian di TPA (Tempat Pengkajian Al-Qur`an) setempat. Dengan aplikasi ilmu seperti ini, mereka pun dapat intake lebih dan tentunya pahala.

Tidak semua mahasiswa bisa melakukan hal yang di sebutkan di atas, apalagi kegiatan yang telah disebutkan tadi mereka kerjakan pada saat mereka menikmati masa2 berlibur. Maka dari itu, acungan jempol untuk mahasiswa yang bisa melakukan hal2 tadi dan konsisten dengan keyakinannya. Sehingga merekapun dikategorikan ke dalam mahasiswa yang aktif, kreatif, produktif dan pro-aktif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s