Sisi lain KKN bagi MTA

Masih berbicara tentang kegiatan di bulan Juni dan Juli, setelah di artikel sebelumnya Ane coba berbagi tips tentang perencanaan liburan bagi mahasiswa. Nah, di sini Ane coba berbagi tentang sebuah kegiatan yang biasa dilaksanakan setelah pelaksanaan UAS (Ujian Akhir Semester), kegiatannya bernama KKN (Kuliah Kerja Nyata). Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu kegiatan perkuliahan intrakulikuler dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara terpadu untuk mengembangkan pendidikan dan pengajaran yang diperoleh selama mahasiswa mengemban ilmu di bangku perkuliahan.

Kegiatan KKN biasa dilakukan setelah pelaksanaan UAS semester genap selesai dilaksanakan dan biasanya mahasiswa yang melaksankan KKN adalah mahasiswa tingkat 3 atau 4 yang sudah mendapatkan basic knowledge dalam perkuliahan. Oleh karenanya perguruan tinggi selain memberikan fungsi pendidikan bagi mahasiswanya juga harus membantu menyelesaikan problem yang ada di masyarakat demi peradaban mereka yang lebih baik. Dapat dikatakan bahwa Ilmu tanpa praktek itu kosong, praktek tanpa ilmu itu kerdil. Sehingga dapat dikatakan teori membutuhkan praktek dan praktek pun membutuhkan teori karena induk dari semua praktek adalah teori.

Busyet dah teoritis sekali bahasannya! Baiklah Ane tidak akan seteoritis pengantar di atas, karena pembahasan kita pun tidak mencakup kegiatan KKN secara mendetail dan tidak pula menceritakan pengalaman penuh Ane selama KKN serta tidak akan menyebutkan karakter teman2 Ane yang satu kelompok dengan Ane seperti yang Ane pernah baca di blog2 lain.

Di sini Ane coba share tentang KKN dalam perspektif yang berbeda, tidak melulu tentang kegiatan KKN, tidak pula bercerita tentang kegiatan dari awal sampai akhir. Namun Ane coba menggali sisi lain dari kegiatan tahunan di perguruan tinggi tersebut, dengan tanpa bermaksud menyepelekan atau memandang rendah kegiatan KKN itu sendiri. Straight to point, inilah sisi lain kegiatan kuliah kerja nyata according to MTA:

1. Liburan

Selain melaksanakan kegiatan2 KKN yang sudah disusun, dimusyawarahkan, dipertimbangkan dan disepakati semua anggota kelompok ataupun mengikuti program yang diinstrusikan pihak UPT KKN, walaupun tidak sedikit yang melenceng. Kegiatan lain yang tidak luput selama KKN berlangsung adalah bersenang-senang atau liburan. Yap, kegiatan KKN memang cukup mengesankan karena para peserta KKN yang notabene merupakan mahasiswa akan dibebastugaskan sementara waktu dari rutinitasnya sebagai mahasiswa. Oleh karena itu, Ane berasumsi bahwa KKN merupakan liburan dalam kegiatan kemasyarakatan.

2. Cinlok (Cinta Lokasi)

KKN merupakan kegiatan yang berkelompok dan memiliki anggota yang beragam, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi yang harus tinggal dalam satu tempat selama beberapa waktu untuk memudahkan koordinasi. Tidak dapat dipungkiri kalau hal ini akan menumbuhkan benih2 cinta sesama anggota ataupun anggota dengan pemuda/i yang ada di lokasi, apalagi bagi mereka mahasiswa cowok yg jomblo yg sulit menemukan tambatan hati selama di kampus. Inilah saatnya mereka spreading charm ke bunga desa, sehingga tidak sedikit yang berhasil dan muncul pernyataan “I`m in love in KKN”.

3. Cross Culture (pertukaran budaya)

Kegiatan KKN merupakan kegiatan yang full activity on the spot, jadi mahasiswa diharuskan tinggal di lokasi selama waktu yang ditentukan (satu bulan/dua bulan bahkan lebih). Mahasiswa juga diharuskan bergaul dan membaur dengan masyarakat setempat serta bahu-membahu dalam melaksanakan sebuah kegiatan. Hal ini tentunya menambah intake tentang pengetahuan, adat istiadat, budaya, bahasa dan lingkungan daerah setempat.

4. Runaway from daily activity

Bagi para mahasiswa yang senang dengan suasana baru atau sedang membutuhkan suasana yang fresh karena bosan dengan rutinitas sebagai mahasiswa, maka kegiatan KKN merupakan ajang yang tepat untuk mengusir itu semua. Dengan asumsi bahwa KKN diselenggarakan di sebuah desa yang masih asri dengan masih banyak pepohonan dan sawah yang hijau, tentunya suasana sejuk dan nyaman akan mampu mengembalikan good mood.

5. Hibernasi

Aktivitas lain yang mungkin suka terlupakan untuk dicantumkan oleh para bloger yang mengangkat tema KKN yaitu hibernate and bodies fattening program. Hibernasi atau keadaan tidur yang cukup lama ketika kegiatan KKN memang terasa coward untuk beberapa kelompok yang idealis, dengan seabreg kegiatan kemasyarakatan, bimbingan belajar, monitoring, karang taruna, arisan, olahraga dan keagamaan. Namun, untuk sebagian kelompok yang tema KKN mereka di rubah menjadi Kuliah Kerja Nyantai. Hal ini justru mereka manfaatkan untuk bersantai di basecamp dengan mensiasati kegiatan seminimal mungkin serta tidak begitu tertarik untuk berkecimpung dengan kegiatan masyarakat. Saat itulah mereka memanfaatkan kegiatan ini untuk program penggemukan badan dan tidur yang memuaskan. Untuk kegiatan yang terakhir ini, Ane tidak menyarankan untuk ditiru. Karena pastinya teman2 MTA tidak akan merasakan esensi dari kegiatan KKN yang sebenarnya, yang justru itulah tujuan pokok dari diselenggrakannya kegiatan ini. Yaitu mewujudkan tridharma perguruan tinggi yang tertulis sebagai aplikasi dari pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
So, Good luck and well done to anyone who have been conducting KKN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s