Kiat Cermat Buat Hidup Hemat, Nikmat, Sehat dan Kuliah Cepat Tamat

“Menjadi mahasiswa merupakan hal yang mudah, murah, indah dan gak susah”. Ungkapan itu Ane dengar dari salah seorang teman yang lumayan tajir, sebenarnya bukan dia yg tajir tapi bonyok (bokap-nyokap) dia yg mapan. Bagi dia mungkin menjadi mahasiswa hanya memikirkan perkuliahan, tugas kuliah, tinggal di kostan yang megah, makanan melimpah, fasilitas yang mewah, tidak ketinggalan pacar yg super wah. Karena segala kebutuhan primer mereka ditanggung sepenuhnya oleh bonyok yang berkecukupan dari segi materi. Namun hal itu berbanding terbalik dengan mahasiswa yang level ekonomi orang tuanya dari kalangan menengah ke bawah, buat biaya awal pun harus menjual sawah. Mahasiswa seperti ini harus memutar otak untuk mengatur keuangan yg diberikan oleh bonyok mereka, agar supaya tidak habis sebelum APBD (kiriman bonyok) berikutnya turun atau antisipasi bonyok telat ngirim karena harus pinjem sana-sini dulu.

Berdasarkan fenomena di atas, Ane jadi tertarik untuk berbagi tips dan trik dalam mengatur sirkulasi keuangan agar tetap berkecukupan meskipun diberi jatah seadanya. Sehingga tidak terjadi inflasi maupun deflasi dalam keuangan MTA. Bahkan mungkin bisa membantu meringankan beban bonyok dalam membiayai dana perkuliahan kita. Ane coba rincikan anggaran bulanan berdasarkan survey asal dan pengalaman MTA selama menjadi mahasiswa. (dengan aksioma: disusun berdasarkan skala proritas, disusun dengan sangat2 relatif terperinci, dan berdasarkan basic needs standar mahasiswa kalangan menengah ke bawah).

Ini dia daftar estimasi dana anggaran perbulan MTA:

Makan

Dengan asumsi sekali makan adalah Rp. 5.000. Maka makan 3x sehari kali 30 hari adalah : Rp. 450.000.

Tips

Rajin2 ke kondangan, walimahan, sunatan, dan ultah teman. Kemudian bawa pulang nasi kotak atau kue tart-nya, pasti jatah makan kita lebih ngirit. Tips lain yaitu ikut organisasi dan manfaatkan kegiatannya, biasanya selalu ada jatah untuk alokasi konsumsi. Bisa juga mengadakan kerja kelompok dgn teman sekelas di rumah mereka, di sana bisa makan sepuasnya, makan apa saja termasuk “makan ati”. ini bisa jadi solusi untuk menekan budget, asal tahan mental dan tahan diomelin wkwkwk..

Kostan

Dengan asumsi kost di rumah petak, yang punya udah botak, tapi masih galak, dan punya anjing belum jinak. Kemudian istrinya (Ibu Kost) yang gendut, mulutnya selalu cemberut, mukanya betatut kaya perkutut dan bau kentut. Maka dana untuk kostan sekitar Rp. 200.000/bulan.

Tips

Carilah kostan yg memungkinkan enak untuk belajar dan beribadah, bukan kostan yg enak untuk tidur aja apalagi untuk mojok (check in), lalu hindari pula kostan yg bebas (cewek-cowok digabung) dan kostan yg 24 non-stop. Jangan pake AC (Air Conditioner), cukup AC (Angin Cendela). Jangan suka main Plestesyen (PS), cukup main monopoli, sudamanda atau gaple, domino ama temen terasa lebih rame dan tentunya hemat listrik serta anti terhadap radiasi mata terutama mata uang. Asal jangan sampe permainan di atas ditambahin dengan cepek/gopek pertama, ntar malah keterusan [hahaha].

Transportasi

Dengan asumsi naik motor ke kampus, dengan motor yang paling irit rit rit, maka untuk ongkos bensin dan servis adalah Rp. 100.000/perbulan.

Tips

Gunakanlah Bensin campur! (Maksudnyah campur dorong, pasti lebih irit). Atau ikutlah “Nebeng Fans Club”, dengan alasan mempererat silaturahmi dengan yang ditebengi maka perjalanan berangkat dan pulang ngampus akan terasa lebih menyenangkan. Bisa juga cari kostan yg agak deket kampus, yang bisa ditempuh dengan waktu lima menit atau bisa nyampe pulang pergi kostan-kampus dengan koprol jungkir balik. Hanya saja kostan deket kampus biasanya dipatok dgn budget yg lebih tinggi Bro.

Komunikasi

Dengan asumsi pake CDMA atau GSM yang sekali sms dapet gratis sepuasnya atau dgn misscall dapet 1000/menit gratis telpon, maka untuk sebulan ongkos komunikasi MTA adalah Rp. 50.000/perbulan.

Tips

Pakelah “FREN” yang lebih murah (maksudnya kalo mau nelpon atau sms tinggal bilang “Freeen…minjam HP nya dong freen…”)

Keperluan Sehari Hari

Kebutuhan untuk biaya print, photocopy dan nyari bahan di warnet serta kebutuhan primer lainnya seperti beli sabun, odol, syampu, minyak rambut, dll dsb. Dengan asumsi tidak pake fesyel, krimbat, manikyur, pedikyur, kukyur2 maka alokasi dana untuk ini sebesar Rp. 100.000.

Tips

Untuk print, photocopy dan nyari bahan bisa lah maen ke kostan temen yg punya fasilitas printer, scanner, lengkap dengan jaringan internet yg always on. Mandi kalo perlu saja. Kalo dulu 2 kali sehari, sekarang biasakan jadi 2 hari sekali. Untuk ngirit odol kembalilah memakai tumbukan batu bata atau daun alang-alang yg masih muda bisa jg pake daun sirih biar kayak emak2.

Hiburan

Sebagai mahasiswa yg aktif di kampus pastinya disibukkan dengan jadwal kuliah yg padet, tugas kuliah numpuk dan deadline kegiatan dalam organisasi yg mepet. Sudah barang tentu refreshing menjadi barang yang mahal apalagi bagi agan2 yg punya pacar tentu menikmati weekend dgn sang pujaan hati menjadi hal yang dirindukan. Nah ini kalo ada uang lebih aja, bisalaah sekali2 nomat (nonton hemat di bioskop), liat live music, atau makan martabak sekali2 dengan pacar bisa mengurangi kepenatan. Dengan jenis entertain yg telah disebutkan, maka estimasi dana diperkirakan uang hiburan dicukupkan Rp 100.000/perbulan.

Tips

Buat nonton, cari temen yg hobi mengoleksi film. Sedot aja dari komputer/laptop mereka untuk hiburan kita di kostan. Nyari tempat hiburan yg tidak memiliki tarif parkir terlalu besar, untuk olahraga jg tidak perlu nge-gym cukuplah dengan lari pagi ke halaman kampus atau taman sekitar kampus.

Kesimpulan

Jadi, dapat kita simpulkan…
Dari asumsi basic needs diatas maka pengeluaran untuk tiap bulan adalah sebesar:
Rp. 1.000.000 per bulan..

Busyeeet…..!!! Agan bisa bayangin kalau biaya di atas harus keluar dari kocek bonyok tiap bulan, bukan hanya sawah yang akan berganti kepemilikan, bisa-bisa rumah dan ladang semua bakal melayang. So, mari kita siasati sedini mungkin dan seakurat mungkin. Sebelum semuanya terjadi, dari sekarang mulailah lebih menghargai nilai rupiah yg diberikan bonyok, simpanlah angan2 sifat borju dan glamour kalian. Niatkan dari sekarang untuk mulai menabung atau cari tambahan dengan kerja paro waktu (part time), dengan begitu teman2 bisa belajar mengatur keuangan.

Biaya di atas memang cukup besar untuk ukuran bonyok yg berpenghasilan pas-pasan, tapi ada 1 hal yang gak bisa dijelaskan dengan perhitungan ketika anda memutuskan untuk kuliah, yaitu ketika teman2 punya keinginan yg kuat di sana pasti ada jalan. Selalu, Tuhan akan mencukupi kebutuhan umatnya yang mau berusaha dan berdoa. Selalu bersukur dan percaya bahwa Tuhanlah raja dari segala raja accounting.

So, Keep going on!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s