Tipe-Tipe Mahasiswa

Tipe Mahasiswa

Mahasiswa merupakan makhluk terpelajar di perguruan tinggi yang memiliki karakter serta keunikan bermacam-macam dan sangat berbeda dengan kelompok masyarakat pada umumnya, mahasiswa yang benar-benar memiliki jiwa kemahasiswaan akan nampak berbeda. Dimana mahasiswa sering diidentikkan dengan sebutan agent of change, iron stock, social control atau sebutan lainnya yang diharapkan selalu mampu berada digarda terdepan dengan gerakan-gerakan massif dan progressifnya. Biasanya mahasiswa lebih peka terhadap lingkungan, kritis terhadap apapun yang mereka alami, dan mereka juga terkadang mampu membawa perubahan pada lingkungannya tersebut. Namun, tidak semua mahasiswa bisa berbuat demikian. Tidak sedikit pula ada mahasiswa yang bahkan menjadi cibiran dalam lingkungan mereka sendiri, karena tidak mampu memberikan kontribusi seperti yang masyarakat harapkan.

Berdasar kepada fenomena di atas, Ane terinspirasi untuk membuat catatan tentang tipe-tipe mahasiswa untuk menambah catatan asli tentang kehidupan mahasiswa di dalam kampus, karena hal ini akan berimplikasi besar pada kehidupan mahasiswa di masyarakat luar. Kali ini Ane coba mendeskripsikan beberapa tipe mahasiswa versi MTA yang dikutip dari pengalaman MTA dan sumber-sumber terkait.

 Mahasiswa Perfeksionis

Mahasiswa yg menuntut kesempurnaan dalam segala hal dan memiliki motto “all aspect must be perfect” tipe mahasiswa seperti ini sangat anti sama nilai B, sekali dapet B langsung guling2 ditanah dan akan mengalami galau tingkat dewa selama 7 turunan.

 Mahasiswa Idealis

Tipe mahasiswa idealis memiliki ciri-ciri kurang lebih seperti ini: punya cita-cita tinggi, berkarakter, teguh pendirian, jujur dan selalu mengacu kepada sumber kebenaran serta norma-norma yang ada. Mahasiswa tipe ini akan berani menentang kebijakan lembaga ataupun pemerintah yg mereka rasa tidak sesuai dan terkesan menguntungkan atau merugikan salah satu pihak.

 Mahasiswa Dinamis

Penuh semangat, berambisi, cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar. Adaptasi yang cepat memudahkan mahasiswa tipe ini untuk mendapat perhatian dari teman2 dan dosen karena kehidupan mereka yang mengandung dinamika.

 Mahasiswa Sosialistis

Sedikit berbeda dengan makna mahasiswa sosialis yg menganut paham sosialisme atau anti kapitalis. Mahasiswa sosialistis merupakan sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi dan bersifat memihak kepada kepentingan masyarakat maupun teman-teman mahasiswa lainnya (kepentingan kelas) dibanding kepentingan golongan bahkan kepentingan pribadinya. Biasanya mahasiswa seperti ini akan menjadi Ketua Kelas yg abadi dan selalu up to date mengenai info tentang perkembangan kampus, perkuliahan, kehadiran/ketidakhadiran dosen, kemudian menyebarkannya via jarkom (jaringan komunikasi). Namun sayangnya, tipe seperti ini sering dimanfaatkan oleh mahasiswa yg nggak mau ribet dan pengen enaknya aja.

 Mahasiswa Aktivis

Aktif diberbagai kegiatan dan organisasi intra kampus maupun ekstra kampus. motto hidupnya “banyak organisasi, banyak relasi, banyak koneksi, banyak rezeki”. Tidak jarang mahasiswa tipe ini melalaikan sisi akademisi demi organisasi.

 Mahasiswa Skeptis dan Kritis

Tidak gampang mempengaruhi mahasiswa tipe ini, mereka memiliki penganalisaan yang tajam terhadap suatu masalah dan bersifat selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan.

 Mahasiswa Humoris

Sering disebut mahasiswa OVJ (salah satu acara komedi di stasiun TV swasta) karena bagi mahasiswa tipe ini tiada hari tanpa membuat tertawa teman2nya.

 Mahasiswa Atletis

Mahasiswa tipe ini adalah maniak olahraga, mereka berfilsuf “tiada hari tanpa olahraga”. Namun kadang disayangkan, terkadang mereka lebih mengutamakan agenda olahraga mereka dibanding dengan tugas utama mereka di bangku perkuliahan. Bahkan Ane pernah terlibat percakapan dengan salah seorang teman Ane yg hobi bermain futsal. Ane: “Eh, Lo kemana tadi gk masuk kelas?” Teman Ane: “Sorry Bro, Gw gk masuk kelas. Gw persiapan buat pertandingan futsal hari ini”.

 Mahasiswa Agamis

Kalau teman2 ingin mendapatkan ketenangan lahir bathin serta pemahaman mengenai agama, maka Ane sarankan selalu keep in touch dengan mahasiswa tipe ini. Mahasiswa Agamis biasa datang ke kampus lebih awal, bukan untuk menghapal materi ataupun membuking bangku di kelas. Akan tetapi, tujuannya adalah mesjid. Mereka selalu melaksanakan sholat dhuha setiap pagi sebelum melaksanakan perkuliahan. Ketika istirahat atau pergantian mata kuliah, teman2 juga tidak akan kesulitan mencari mereka. Karena mereka tidak akan jauh dari tempat peribadahan ini, bahkan biasanya mereka juga memiliki komunitas rohani dengan kegiatan seperti mentoring serta tausiyah2 lainnya.

 Mahasiswa Marjinalis

Keberadaannya saat ini mulai berkurang, namun di kampus2 besar eksistensinya masih tetep dominan. Mahasiswa ini terpinggirkan dari kehidupan mahasiswa pada umumnya. Contoh dari mahasiswa marjinalis antara lain, memiliki hobi yg berbeda dgn mahasiswa pd umumnya, gaya hidup kurang sesuai dengan lingkungan dan masyarakat kampus, lebih suka menyendiri, pendiam dan tertutup.

 Mahasiswa Narsis (Narcissist)

Umumnya diderita oleh para mahasiswi, namun tidak jarang para mahasiswa cowok jg mengidap penyakit ini. Narsis merupakan sebuah perasaan yang mencintai diri sendiri secara berlebihan (over). Teman2 bisa ko membedakan mahasiswa ini di kampus, hal biasa yg dilakukan mahasiswa ini adalah melakukan sesi foto di setiap sudut kampus dan di manapun dia berada. Anda jg bisa cek akun pribadinya, yg mana akan banyak galeri foto dengan segala gaya. Ketika teman2 melakukan foto dengan si narcissist ini, boleh dicek. Biasanya dia mengambil foto dia sendiri atau menghapus foto orang lain yang dianggap kurang bagus menurut dia.

 Mahasiswa Oportunis

Kalau Soe Hok Gie mengatakan “ada dua pilihan menjadi manusia di Indonesia yakni idealis atau apatis”. Namun, saat ini kita juga bisa menambahkan salah satu tipe lagi di antara dua tipe tadi yakni tipe oportunis. Begitupun di kalangan mahasiswa, tidak sedikit mahasiswa mempunyai sifat oportunis dalam kehidupannya, bahkan boleh dibilang tipe ini yang paling banyak. Mahasiswa oportunis merupakan tipe mahasiswa yang mengambil kesempatan yang paling menguntungkan bagi dirinya tanpa memperhatikan kawan dan lingkungannya.

 Mahasiswa Miris

“Kuliah nomor siji, tugas kuliah dan praktek dipatuhi, tentamen setengah mati, tapi tiap taun gigit jari.” Hal ini biasanya bukan tanpa sebab, mahasiswa seperti ini biasa memiliki masalah internal dalam dirinya. Contohnya ada masalah dengan keuangan, masalah dengan dosen, tak kunjung dapet pacar, atau memiliki masalah tentang konsistensi dan fokus belajar. Sehingga hal ini bisa berakibat fatal bagi dirinya, dan apabila hal tersebut tak urung membaik maka akan menimbulkan stigma “Belajar segen, DO pun tak mau”

 Mahasiswa Apatis

Apatis menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti acuh tak acuh, tak peduli, masa bodoh. Dilihat dari pengertiannya ternyata sifat ini kurang baik bahkan tidak baik untuk dimiliki oleh seseorang apalagi seorang mahasiswa. Mahasiswa yang apatis tidak mau tahu urusan di sekelilingnya apalagi memikirkannya. Hal ini disebabkan beberapa hal, misalnya mahasiswa cenderung apatis ketika ia berada di lingkungan yg nyaman (comfort zone) di mana segala kebutuhannya terpenuhi. Sifat apatis sangat berbahaya jika dimiliki oleh seorang mahasiswa. Mahasiswa yang apatis cenderung manghindar dari konflik sosial yang mengelilinginya. Mahasiswa apatis tidak peduli permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di sekelilingnya. Bagi mereka tugas sehari-hari sebagai mahasiswa adalah kuliah, pulang, main, makan, tidur, kemudian mudik.

 Mahasiswa Hedonis

Perilaku hedonis dengan budaya konsumerisme sudah tidak terbantahkan lagi telah menjalar kepada mindset mahasiswa saat ini dikarenakan invasi luar biasa dari teknologi, sikap ini sering dilakukan para mahasiswa dengan mengatasnamakan modernitas dan life style seakan-akan menyempurnakan sikap dan kondisi mahasiswa saat ini yaitu apatis dan hedonis. Tipe mahasiswa hedonis biasanya selalu up date dengan gadget terbaru, mode pakaian terbaru, terkadang autis dengan gadget miliknya, sedikit tertutup dan tentunya glamour. Walaupun mayoritas mahasiswa saat ini memiliki gejala hedonis, namun Ane tetap berharap masih ada yg tetap berpegang teguh pada karakter dan jati diri sebagai mahasiswa sejati.

Mahasiswa adalah masa yang akan membuat perubahan di masa mendatang, yang seharusnya menjadi pilar-pilar perubahan dalam melakukan transformasi sosial dan memberikan kontribusi-kontribusi positif dengan ide-ide solutifnya. Nah, menurut teman2 mahasiswa. Tipe mahasiswa manakah yg akan membawa perubahan positif? Lalu, tipe mahasiswa mana yg justru akan membawa perubahan negatif? Kemudian Anda sebagai mahasiswa, termasuk ke dalam tipe yg mana?

Sumber terkait:
http://aslicatatanmahasiswa.blogspot.com/
http://www.anakunsri.com/tipe-mahasiswa-di-indonesia/
http://aboutme-palmahutabarat.blogspot.com/2013/04/dalam-tipe-tipe-mahasiswasobat-tipe-apa.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s