Akronim dan Singkatan “ala” Mahasiswa Tak Abadi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) akronim adalah “kependekan yg berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yg ditulis dan dilafalkan sebagai kata yg wajar” (misalnya: mayjen mayor jenderal, rudal peluru kendali, dan sidak inspeksi mendadak), dsb. Sedangkan singkatan berarti hurup atau gabungan hurup yang sudah dipendekkan (misalnya: DPR, MPR, KKN, yth, dll.)
Akronim tidak hanya berlaku pada sebuah percakapan ataupun tulisan resmi saja, tidak pula digunakan dalam institusi atau dalam bahasa-bahasa formal semata, akronim juga berlaku di kalangan mahasiswa. Akan tetapi kebanyakan dari akronim mahasiswa merupakan akronim plesetan, yaitu akronim yang dirubah dari makna aslinya ke dalam makna yang sedikit agak ngawur dan terkadang konyol untuk membuat kelucuan dalam maknanya. Termasuk Ane sendiri sebagai admin di blog ini menggunakan singkatan MTA untuk nama portal ini. MTA sendiri biasa diartikan sebagai “Mahasiswa Tingkat Akhir” namun Ane merubahnya menjadi “Mahasiswa Tak Abadi” dengan maksud untuk memberikan motivasi bagi para mahasiswa untuk jangan sampai menjadi mahasiswa yang abadi (tidak lulus tepat waktu).
Apa saja akronim dan singkatan itu? Ane coba berikan beberapa akronim dan singkatan yang menjadi trending topic di kalangan mahasiswa belakangan ini.

1. DPR (Di bawah Pohon Rindang)
Yang pertama ini mungkin teman2 mahasiswa udah tahu makna aslinya, namun di kalangan mahasiswa singkatan ini bermakna lain. Yakni, di bawah pohon rindang. Contoh: “Gue tunggu lho di DPR”
2. OTW (Oh Tunggu We)
Singkatan ini berasal dari bahasa Inggris OTW (On The Way) yang berarti sedang berada di perjalanan. Namun, para mahasiswa mengartikan lain istilah OTW menjadi “Oh Tunggu Weh” yang berarti “Oh tunggu aja”. Istilah ini biasanya digunakan ketika mahasiswa sedang atau mau mengerjakan tugas kelompok ataupun ditunggu teman2 mahasiswa lain untuk masuk kuliah.
3. KKN (Ke sana Ke mari Nongkrong)
Mungkin istilah ini sudah banyak dipakai dalam bahasa Indonesia, contohnya di kampus istilah KKN bisa berarti “Kuliah Kerja Nyata” bahkan sempet menjadi slogan juga untuk mencegah korupsi di Indonesia, yakni KKN “Korupsi Kolusi dan Nepotisme”. Akan tetapi mahasiswa pun punya istilah sendiri untuk kata ini yaitu “Ke sana Ke sini Nongkrong”.
4. TA (Titip Absen)
Istilah sebenarnya adalah “Tugas Akhir” biasanya istilah ini adalah phobia yg mau gak mau harus dihadapi oleh Mahasiswa tingkat akhir, yaitu tugas yang menjadi syarat kelulusan mahasiswa. Namun tidak hanya mahasiswa tingkat akhir yang familiar dengan istilah TA, mahasiswa tingkat bawah pun memiliki istilah tersendiri. Yakni “Titip Absen” ketika para mahasiswa telat ataupun tidak dapat hadir di perkuliahan. (namun admin MTA tidak menyarankan untuk meniru kegiatan ini).
5. Wisuda (Wilujeung Susah Dameul)
Sebagaimana kita ketahui setiap tahunnya ada beribu-ribu mahasiswa yang lulus dari akademik dan sedikitnya menambah catatan dibelakang nama mereka. Namun hal yang signifikan dari kelulusan mahasiswa adalah mereka harus berfikir “setelah wisuda mereka mau ke mana?” Fenomena ini memunculkan sebuah istilah yakni Wisuda, tentunay bukan dalam makna yang sebenarnya. Wisuda di sini berarti “Wilujeung Susah Dameul” (Bahasa Sunda) yang berarti “Saatnya Susah Kerja”.
6. SKS (Sistem Kebut Semalam)
Istilah ini muncul untuk para procrastinator pada saat mengerjakan tugas yang sudah deadline dan harus submit esok hari, kalau mau dapet nilai maka mereka harus melakukannya secara SKS. Situasi lain adalah ketika menghadapi Ujian atau Kuis dari Dosen, biasanya para mahasiswa melakukan persiapan untuk ujian mereka dengan SKS.
7. OSPEK (Orientasi Senior Pengen Enak dan Kenyang)
Akronim ini biasa disebutkan oleh para maba ketika mereka sedang menghadapi masa orientasi di kampus. Entah karena sikap para senior yang semena-mena terhadap maba sehingga memunculkan stereotype seperti itu.
8. LES (Limited Edition Student)
Istilah ini biasa diungkapkan oleh para mahasiswa yang merasa dirinya terbaik di kampus dan memiliki sesuatu yang tidak dimiliki mahasiswa lain, selain itu ada juga kumpulan mahasiswa yang mengklaim bahwa komunitas mereka diisi oleh para mahasiswa LES.
9. IPK (Inilah Penilaian Kalian)
IPK sejatinya berarti “Indeks Prestasi Komulatif” namun banyak mahasiswa mengartikan lain istilah ini yakni dengan istilah “Inilah Penilaian Kalian”

10. SPMB (Susah Payah Mahasiswa Baru)
Pada awal tahun ajaran baru, biasanya setiap kampus membuka pendaftaran untuk para mahasiswa baru. Salah satu tahapan yang harus ditempuh oleh calon mahasiswa baru ketika mau memasuki perguruan tinggi (terutama perguruan tinggi negeri) adalah SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru). Namun, bukan mahasiswa kalau tidak membuat ide kreatif untuk membuat kelucuan dengan sedikit merubah kedua kata dalam singkatan diatas. Namun hal ini cukup korelatif dengan keadaan di lapangan, karena dalam sesi SPMB tidak sedikit para calon mahasiswa harus melakukan kerja keras untuk mempersiapkan SPMB pada perguruan tinggi yang mereka inginkan.

Nah, itulah beberapa akronim dan singkatan ala Mahasiwa Tak Abadi. Istilah-istilah di atas merupakan istilah yang biasa mahasiswa gunakan dan hal ini sesuai dengan pengalaman Ane selama di Kampus. Mudah-mudahan tulisan ini bisa menambah rubrik teman2 mahasiswa, tanpa mengurangi makna dari istilah yang sebenarnya. Sebelum Ane akhiri tulisan kali ini, tidak bosan Ane ingatkan teman2 untuk jangan lupa meninggalkan komentar saran, kritik dan mungkin topik yang teman2 ingin tahu banyak tentang mahasiswa tak abadi. Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s