Welcome Aboard, Freshmen!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setelah dalam artikel pertama menjelaskan bagaimana Ane melewati babak awal dari perjalanan sebagai mahasiswa. Nah, dalam artikel kedua ini. Ane akan berbagi tentang bagaimana menjadi mahasiswa yang sebenarnya mahasiswa. Karena kata teman-teman di kampus mahasiswa itu terbagi ke dalam beberapa bagian, yang diakronimkan seperti berikut: Kupu-kupu adalah jenis mahasiswa yang kegiatannya “kuliah pulang-kuliah pulang”, kemudian berikutnya kunang-kunang yakni mahasiswa yang kegiatannya hanya “kuliah nangkring-kuliah nangkring” dan yang terakhir ada yang disebut mahasiswa kura-kura yaitu mahasiswa dengan kegiatan mereka lebih banyak dihabiskan di dalam kampus yakni “kuliah rapat-kuliah rapat”.

Bahkan Setia Furqon menyebutkan dalam bukunya “jangan kuliah kalau gak sukses”, dalam buku tersebut Furqon menjelaskan bagaimana menjadi seorang mahasiswa yang sukses secara akademik, organisasi, karir dan spiritual.

Namun fenomena mahasiswa tidak hanya cukup dengan motivasi tinggi dan keinginan yang kuat, diharuskan juga mahasiswa untuk mempunyai trik-trik jitu dalam menentukan pilihan. Maka salah seorang dosen menyebutkan “seorang mahasiswa itu tidak hanya cukup dengan pintar saja, tetapi harus pinter-pinter”. Intinya seorang mahasiswa harus pinter-pinter memahami makna, pinter-pinter membagi waktu, pinter-pinter mencari peluang, pinter-pinter ngedeketin dosen, pinter-pinter dalam berdiploma dan pinter-pinter-pinter dalam menentukan pilihan.

Karena ada beberapa pilihan dalam dunia kemahasiswaan, sama halnya dengan motto kehidupan bahwa dikatakan life is choice. Motto ini juga berlaku untuk mahasiswa kala mereka harus dihadapkan dengan pilihan antara kuliah atau organisasi, antara kuliah atau nyari duit, antara kuliah atau membantu orang tua. Ternyata tipe mahasiswa ditentukan juga pada ketertarikan dan pilhan mereka, ada tipe mahasiswa yang study oriented, yakni masa produktif mereka dihabiskan dengan handout materi perkuliahan dan mendapat nilai perfect. Namun mereka kurang begitu senang dengan dunia organisasi yang menurutnya gak terlalu penting, implikasinya mereka kuliah dengan gelar D3 (Datang, Duduk, Diam) dan kemudian pulang. Ada pula mahasiswa yang senang dengan organisasi, bahkan ia memiliki slogan “biarlah menjadi mahasiswa abadi, yang penting banyak koneksi. Jangan sampai urusan akademis mengganggu organisasi” (Furqon). Sehingga ada statement tentang mahasiswa tipe seperti ini “janganlah kau cari dia di kelas tempat kuliah, carilah dia di ruang himpunan mahasiswa”.

Ane gak akan terlalu mendalam membahas tentang jenis-jenis mahasiswa yang disebutkan di atas, namun Ane akan mencoba berbagi tip untuk mensiasati kegiatan kemahasiswaan yang tidak hanya aktif dalam organisasi tetapi juga hebat dalam pergaulan dengan tanpa mengabaikan tugas utama sebagai mahasiswa yaitu belajar.

Seorang mahasiswa baru (maba) tentunya masih meraba-raba tentang bagaimana kehidupan di kampus yang menjadi dunia barunya, pada awal perkuliahan ini biasanya cukup menentukan bagi seorang freshman. Sebagai gambaran awal, Ane coba berikan tip-tip berikut untuk bisa membuat maba bisa beradaptasi dan sukses di kampus baru.

–          Prepare well in administration

Hal pertama ini tentunya sangat menentukan temen-temen mahasiswa merasa tenang tanpa ada rasa dibebani dengan tagihan administrasi dari pihak kampus yang belum selesai.

–          Go to orientation

Setelah urusan administrasi kelar, step ini adalah waktunya bagi temen-temen untuk mengetahui lingkungan baru, para senior, teman-teman untuk pertama kali. Pasang muka yang ramah dan menyenangkan dan gaet temen sebanyak mungkin!

–          Stay fit

Sebagai seorang mahasiswa, biasanya kita tinggal di sebuah kostan atau asrama dengan tujuan untuk mempermudah kita beraktifitas dikampus tanpa dipengaruhi jarak dan waktu. Sudah barang tentu kita akan jauh dari orang tua karena julukan kita udah berubah yakni sebagai anak kostan (lodger). Khususnya yang hidupnya masih bergantung pada orang tua yang selalu mengingatkannya untuk makan, mandi, tidur dan bangun tidur. mulailah berubah. Karena ketika tinggal di kostan tidak akan ada lagi yang mengingatkan hal-hal di atas, kecuali Anda punya temen yang bisa menggantikan profesi ortu Anda. Maka temen-temen harus pintar-pintar mengatur makanan, pinter-pinter menjaga kesehatan, pinter-pinter mengatur waktu tidur dan bangun, hindari makanan yang instant dan jangan lupa olahraga.

–          Hang around on Campus as much as possible

Stay lebih lama di kampus atau sedikit jalan-jalan di kampus untuk mahasiswa baru bisa memberi banyak manfaat, teman-teman bisa menemukan teman baru, lalu mengenal lingkungan kampus, serta bisa belajar tentang budaya dan kehidupan sosial di kampus.

–          Be organized

Step ini adalah yang bisa membedakan antara anak kuliah dengan anak sekolah, teman-teman harus bisa memanaje (managing) diri sendiri dengan schedule yang ada di kampus. Dosen biasanya memberikan tugas dan menentukan tenggang waktu pengumpulan. Maka dari itu, prepare kita adalah membuat personal schedule. Misalkan dengan membeli kalender, schedule board, buku catatan kecil, alarm, serta remainders lainnya.

–          Be prepare to feel overwhelmed

Akan ada banyak hal baru datang ke dalam kehidupan teman-teman, namun tetap stay cool dalam menghadapinya. Hanya persiapkan diri untuk menjalaninya karena bukan hanya teman-teman saja yang mengalami, biasakan untuk terus mencari tahu dan tidak puas dengan informasi yang seadanya.

–          Get involved on Campus

Penyakit yang paling sering dialami para mahasiswa tingkat awal adalah keadaan kangen rumah (homesick). Sebuah cara untuk keluar dari problema ini adalah dengan aktif berpartisipasi dalam kegiatan kampus, contoh mengikuti organisasi yang ada di kampus. Itu akan membantu untuk menemukan banyak teman, menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta memperkaya kemampuan teman-teman. Dan tentunya sedikit demi sedikit akan mengurangi rasa kesepian teman-teman, karena waktu menyendiri teman-teman akan tersita oleh kegiatan yang positif.

–          Seek a balance

Keseimbangan diperlukan dalam segala hal, begitupun kehidupan di kampus. Kehidupan di kampus adalah gabungan antara kehidupan akademis dan sosial Sebagai seorang mahasiswa, kita juga mesti pinter-pinter cari waktu luang untuk bersenang-senang dengan teman-teman denga syarat tidak melupakan tugas akademis.

–          Keep things simple

Bersikaplah sederhana, karena bersikap berlebihan akan menjadi boomerang untuk teman-teman ketika berada di lingkungan kampus.

–          Always up to date

Dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan saat ini sudah sangat mudah, kita belajar bisa sambil tiduran di kamar kostan. Perbaharui ilmu pengetahuan teman-teman dengan selalu up date isu-isu yang berhubungan dengan bidang teman-teman dan juga tentunya up date selalu status teman-teman dalam jejaring sosial serta keep in touch dengan para sohib lainnya biar teman-teman gak dianggap “kudet”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s