Fenomena-Fenomena di Kalangan Mahasiswa

Sebagai mahasiswa tentu kita pernah mendengar beberapa fenomena yang terjadi di kalangan mahasiswa, entah yang bersifat disengaja atau terjadi dengan sendirinya. Namun tetap mendapatkan porsi khusus dalam benak masayarakat ataupun di hati mahasiswa itu sendiri. Berbicara tentang Fenomena di kalangan Mahasiswa merupakan suatu pembahasan yang sangat menarik, karena Mahasiswa merupakan kaum intelektual yang dinamis dan fleksibel dengan perubahan yang ada.

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), “Fenomena adalah hal-hal yg dapat disaksikan dengan pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah (spt fenomena alam, fenomena sosial, dsb).” Ada banyak sekali macam dan bentuk dari fenomena di kalangan mahasiswa, dari yang popular secara umum berlaku di semua perguruan tinggi, sampai yang hanya popular di kampus-kampus tertentu. Fenomena-fenomena tsb ada yang bersifat positif, ada juga yang bersifat negative serta ada juga yang nyeleneh. Namun Ane gak akan ngomongin semua fenomena yang ada. Hanya beberapa aja yang Ane rasa layak untuk di share ke teman2 dan mudah-mudahan bermanfaat juga sebagai referensi informasi. Apa aja fenomena tersebut, yuk check this out !!!

  • Social Media Phenomenon

Fenomena yang pertama ini tentu sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat dan seakan-akan gak pernah berenti untuk membuat fenomena-fenomena baru di masyarakat dunia, khususnya di Indonesia fenomena tersebut telah berakselerasi ke segala aspek kehidupan. Fenomena media sosial diantaranya Facebook, Twitter, Blackberry Messenger, dan sejenisnya.  

Mahasiswa adalah pengguna internet yang sangat aktif saat ini, mungkin 3 sampai 5 Jam dalam satu hari digunakan untuk mengakses internet. Pada kalangan mahasiswa media sosial menjadi suatu sarana untuk berkomunikasi dengan teman atau keluarga. Mahasiswa juga memanfaatkan media social sebagai sarana untuk mengumpulkan masa, dalam skala kecil ataupun besar. Contoh nya seorang mahasiswa membuat sebuah sebuah grup yang berisi teman-teman kelas nya, dengan sarana membuat grup yang diberikan oleh facebook, dengan grup ini mahasiswa-mahasiswa kelas yang menggunakan facebook tersebut, bisa berkomunikasi satu sama lain dan memberikan informasi-informasi pelajaran, atau apapun tentang perkuliahan mereka.

Sebetulnya masih banyak fitur-fitur media yang telah menjadi fenomena di kalangan mahasiswa, seperti: line, we chat, serta aplikasi messenger lainnya.

  • Prokrastinasi

Fenomena yang kedua ini biasanya menimpa mahasiswa tingkat akhir, namun tidak sedikit juga mahasiswa yang tengah-tengah juga mengalami fenomena ini. Kemalasan memang menjadi problema terbesar dalam ketidaksuksesan, kasus penundaan ini termasuk dalam prokrastinasi akademik. Prokrastinasi adalah suatu kecenderungan untuk menunda dalam memulai maupun menyelesaikan kinerja secara keseluruhan untuk melakukan aktivitas lain yang tidak berguna, sehingga kinerja menjadi terhambat, tidak pernah menyelesaikan tugas tepat waktu, serta sering terlambat dalam menghadiri pertemuan-pertemuan.

Fenomena ini penting untuk dihindari karena bisa berakibat fatal bagi teman2, apalagi yang dihadapkan dengan target2 setelah lulus kuliah nanti.

  • Plagiarisme

Fenomena plagiat atau dikenal sebagai plagiarisme merupakan salah satu fenomena yang dikenal mahasiswa karena teman2 juga mungkin gak asing, karena seorang teman Ane bilang “plagiat itu memudahkan namun menyesatkan”. Fenomena plagiarisme mungkin diawali dari hal kecil yakni mencontek ketika ulangan, kemudian mencontek tugas atau memanfaatkan teknologi dengan mencari ihwal terkait di search engine. Sehingga hasilnya tinggal klik keyword yang sesuai, kemudian copy-paste tugas pun beres. Ada sebuah istilah untuk mahasiswa, bahwa mahasiwa dan budaya mencontek adalah kebutuhan dan rasa kepepet serta ingin nilai bagus.

Plagiarisme telah menjamur di berbagai bidang, hal yang paling menyedihkan adalah praktik plagiarisme di bidang pendidikan. Para pelaku dunia pendidikan yang notabene adalah orang yang berpendidikan, yang pernah mengenyam bangku sekolah dan kuliah hendaknya menjadi perintis usaha pemberantasan plagiarisme. Namun kenyataannya, plagiarisme menjadi kegiatan yang mudah untuk dijumpai dalam masyarakat. Praktik plagiat yang dimulai dari mencontek pekerjaan rumah, tugas harian, tugas mingguan hingga menjiplak tugas akhir sebagai mahasiswa yaitu KTI (Karya Tulis Ilmiah), TA (Tugas Akhir), skripsi, tesis dan sejenisnya. Sekarang ini jasa penyusunan tugas akhir telah menjamur di mana-mana dan mudah sekali kita jumpai.

  • Bully/Bullying

Saat masa orientasi atau dikenal dengan OSPEK, tak jarang banyak mahasiswa baru yang di bully atau diejek maupun dikerjain habis-habisan oleh sesama teman maupun kakak tingkat (senior). Kejadian semacam ini yaitu dibully mungkin bisa dibilang sudah biasa ya, baik di Indonesia maupun di berbagai negara. Karena ini merupakan semacam sifat manusia sebagai makhluk sosial yang ingin keberadaannya diakui atau juga sifat manusia sebagai yang ingin menguasai.

Istilah bullying (menggertak) ini terkait dengan bull, sapi jantan yang suka mendengus (untuk mengancam, menakuti-nakuti, atau memberi tanda). Kamus Marriem Webster menjelaskan bahwa bully itu adalah to treat abusively (memperlakukan secara tidak sopan) atau to affect by means of force or coercion (mempengaruhi dengan paksaan dan kekuatan).

  • Tawuran

Tawuran di kalangan mahasiswa udah terjadi sejak lama, hal ini dipicu beberapa motif dan kepentingan. Biasanya terjadi karena adanya konflik serta kepentingan-kepentingan lainnya.

  • Part Time Job

Fenomena ini mungkin terjadi bagi teman2 mahasiswa yang sumber APBD (suplai dari Bonyok) nya kurang atau bisa juga terjadi bagi yang memang pengen cepet2 dapet penghasilan. Menjadi seorang mahasiswa tentunya berbeda sekali dengan pada waktu SMA dulu, yang tadinya harus mengikuti pelajaran dari jam 7 pagi sampai siang, belum ditambah kegiatan ekskul dan organisasi lainnya .

Saat mahasiswa mulai bisa mengatur waktu sendiri menentukan jam-jam yang cocok dengan kegiatannya, biasanya selain kuliah fenomena yang terjadi di kalangan mahasiswa adalah part time job atau kerja paruh waktu. Kegiatan ini dilakukan untuk mengisi waktu luang, pembuktian kepada lingkungan teman, dan orang tua bahwa udah mulai dewasa dan bisa cari duit sendiri.

  • Mahasiswa Kritis, Apatis dan Skeptis

Fenomena yang terakhir ini sedikit sekali mendapat perhatian, namun sebenarnya dari sinilah segala fenomena-fenomena di atas bisa terlahir. Bagaimana tidak? Ketika mahasiswa kritis muncul dan ingin menyuarakan aspirasi mereka, hal ini bisa menimbulkan demo. Dan ketika suara mereka tidak digubris oleh puhak ttt, maka yang terjadi adalah tawuran atau perusakan fasilitas umum. Begitu juga ketika mahasiswa apatis melebihi kuota, maka plagiarisme dan prokrastinasi bisa melonjak pula. Kemudian bila pemikir yang skeptis muncul, maka yang akan terjadi adalah hal-hal baru yang belum bahkan tak pernah terfikir oleh para mahasiswa yang kritis sekalipun apalagi oleh mahasiswa yang apatis.

Nah, itulah beberapa fenomena yang bisa Ane share kali ini. Mohon maaf kalau ada beberapa fenomena yang mungkin menurut teman2 lebih populer nggak Ane poskan. Untuk itu Ane tunggu komentar dari teman2 semua di laman ini. Akhir kata, terimakasih udah mampir dan merelakan mata teman2 menjelajahi tulisan Ane yang masih sederhana ini. So, go rock the campus and Break a Leg!

-RS11-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s